14/08/2026
Istri Terkeren Paten 2026 Juliya Lia (akun istri sah di Langkat)
"Buk, buk jangan sentuh klien kami!" Beberapa kali terdengar teriakan pengacara menghalangi si ibu yang sudah lanjut usia begitu semangat hendak menjabak klien dari Bapak Leo Siregar selaku pengacara dari istri yang masih sah secara hukum, meminta klarifikasi kepada suaminya yang menikah di hari itu.
"Niat kalian mau ngelabrak!"
"Udah kalian sengaja mau nge-geb, kan!"
Tuduhan - tuduhan tak berdasar terlontar dari pihak keluarga yang sedang mengadakan pesta besar, tudingan, teriakan, makian bahkan tunjuk ancaman terhadap perempuan bernama Julya, yang sama sekali tidak bersuara. Ia hanya berdiri tenang menonton pertunjukan. Sama sekali tidak emosi. Santai. Menonton orang-orang yang full amarah.
Satu kata untuk Julya.
Keren!
Tiga tahun perempuan itu sudah renggang dengan suaminya. Julya--pun tampak jelas tak menginginkan si suami lagi.
"Keinginan kau kan, kau yang minta kan?" celoteh terdengar jelas dari ibu lansia menuding tunjuknya seolah pesta besar itu adalah keinginan Julya.
Wah, kejebak donk dengan tantangan Julya. Mereka mengira, Julya adalah perempuan bodoh yang tidak paham hukum negara.
"Mereka dah pisah tiga tahun," teriak opung itu lagi, pengacara maju. "Sudah tahu pisah tiga tahun mengapa tidak urus surat cerai?" balas pengacara.
Keinginan si suami, Julya segera urus surat cerai. Ye ... Enak situ donk! Julya tinggal menonton. Jika memang ingin cerai darinya. Silakan urus! Ayok ke pengadilan! Begitu kira-kira. Dia siap lahir bhatin. Namun sampai pesta dilaksanakan tidak ada akta cerai antara mereka.
Durasi part demi part video viral itu memberi edukasi kepada para perempuan.
Untuk Julya. Dia keren abis.
1. Membiarkan tingkah suami yang nikah lagi tanpa perceraian, karena ketika si laki melanggar hukum, duit 500 juta sudah di depan mata.
2. Ngapain rebutan terong yang tak seberapa, bayar ganti rugi donk! atau penjara!
3. Julya sangat paham psikologis playvictim dari lawan. Tampak emosi berapi-api dari keluarga dengan pakaian seragam itu sedangkan dirinya tenang kayak lagi di pantai. Habis suara mereka teriak-teriak. Julya cukup melipat tangan menonton saja.
4. Ketika emosi tidak terkendali dari lawan. Main fisik jadi solusi orang-orang yang tak punya alasan untuk membela diri. Si lansia yang hendak menjambak dengan mulut peot peot merengsek maju ke arah Julya dengan dua tangan yang siap melayang, salah satu hal melanggar hukum. Di depan publik main ancam, dan melakukan perbuatan sangat tidak menyenangkan.
Sekali mendayung, melempar jaring, Julya mendapatkan ikan yang banyak sekaligus.
Pesanku buat ibu-ibu di foto. Ketimbang terong si laki basi di penjara. Siapkan saja uang damai. Julya juga tidak butuh si laki. Hukum tetaplah hukum. Urus cerai dulu baru nikah.
Karena sudah telanjur. Sekarang tinggal siapkan 500 juta plus denda karena sudah main fisik dan mengancam keselamatan Julya di depan publik.
Laki-lakinya pasti ketar ketir. Menyesal meninggalkan perempuan cerdas kayak Julya.
Bonus kalimat Pak kacamata hitam yang palanya plontos: "Kalau kalian gak niat ngegeb kenapa tidak tadi malam datangnya?"
Aduhhh, Pak.Gak usah Julya yang jawab. Aku saja yang jawab, "Kalau malam mereka datang tentu saja pesta jogedmu tidak akan berlangsung," 🤣😅😅😅 itu namanya strategi, Bos!!!!
Nah, setelah akad berlangsung bukti jadi terkumpul. Gitu Pak