24/07/2024
Kita biasa melihat patung menyerupai Singa tapi berambut api dan sebagainya di depan Klenteng . Bagi penganut Konfusius atau biasa dikenal dengan Kong Hu Chu, makhluk ini diaebut Qilin atau lidah kita menyebutnya Kilin.
Menurut Sejarahwan Didi Kwartanada, Jejak Tiongkok di Nusantara sebenarnya tercatat sudah masuk pada awal abad 5 Masehi, yang awalnya bertujuan berdagang ke India namun terdampar di Jawa. Tapi jumlahnya masih sedikit. Semakin banyak di di Abad 15 seiring hubungan dagang yang kian pesat.
Balik ke Kilin, Qilin di Kebudayaan Tiongkok melambangkan Kemakmuran, Kebajikan, keberanian, kebijakan dan masa depan yang cerah. Melihat Segala yang baik dari Qilin ini, tak ayal ia tersemat dan berakulturasi dengan Kebudayaan di Nusantara, sebut saja di dalam Batik Lasem, atau Batik Tokwi, ukiran Kilin kayu di pesisir yang paling muda atau di arca menyerupai Singa, di Nusantara ga ada Singa loh, kalau Harimau ada. Sampai di keris juga. Sedemikian kompleksnya budaya kita dengan segala akulturasi yang terjadi, menariknya tetap harmoni.
Foto: keris luk 9 bergandik menyerupai Makhluk seperti Qilin dengan mahkota api dan buntut yang juga mekrok. Berpamor keleng. ( kalau ada perbedaan perspektif, dipersilahkan, karena kalau kami bilang ini Hydra malah lebih kacau😄). Keris ini didapat di perbatasan Wonogiri & Ponorogo.
Foto berikutnya adalah contoh jejak Qilin/Kilin di Lasem, Cirebon dan juga foto keris ini dalam kondisi awal saat kami temukan.