30/10/2020
ILMU TUKANG SEDERHANA
Untuk kita yang sudah mengenyam pendidikan sangatlah mudah menghitung ketinggian teoritis sebuah kuda-kuda karena sudah dibekali dengan ilmu trigonometri, tetapi para tukang kampung "ndeso" punya cara yang unik dan tidak jauh dari teori..coba simak gambar di bawah.
JAWABAN
Cara tukang “ndeso” menentukan tinggi kuda-kuda
Untuk atap yang dibuat dari genteng ( baik tanah liat, tanah liat diglasur maupun genteng beton ) maupun sirap kayu, maka kemiringan yang lazim adalah antar 30 hingga 40 derajat. Pada bangunan monumental ada yang miring hingga 45 derajat namun jarang.
Dari sudut 30 hingga 40 derajat, maka sudut kisaran 33-35 derajat paling enak dipandang dan relatif tidak menyebabkan tempias sehingga nilai sudut itulah oleh para tukang dari jaman Belanda dulu hingga kini yang banyak digunakan di desa-desa.
Kemudian timbul pertanyaan apakah tukang mampu memahami permintaan “membuat kuda-kuda dengan sudut kisaran 33-35 derajat ? Para Annemer ( pemborong jaman Belanda) dibuatkan cara termudah yaitu
bagilah bentang kuda-kuda dengan angka 3 .. itulah tinggi ideal !
Pada contoh gambar di bawah ini, di mana lebar tembok/ lebar bentangan kuda-kuda adalah 6 meter maka tingginya =6/3 = 2 meter.
Sekarang periksa kemiringan sudut dengan trigonometri:
tangen sudut =tinggi kuda-kuda dibagi lebar separuh kuda-kuda = 2 m / 3 m = 0,6667
Bagaimana cara mencari arcus tangen pakai excel?
kalau pakai excel maka =DEGREES(ATAN(0,6667)) akan didapat hasil sudutnya = 33,69 derajat
Demikian alasan mengapa cara “tukang ndeso” bisa memenuhi tuntutan pekerjaan. Sangat simpel, akan tetapi sudutnya ya itu-itu saja. Jika ingin varisasi maka kita harus membantu mencari ketinggian dengan rumus trigonometeri.