13/09/2015
“DARI MATA TURUN KE HATI"
Nampaknya peribahasa tersebut sangat tepat untuk menggambarkan seberapa erat hubungan antara penglihatan dengan perasaan. Psikologi manusia sangat sensitif terhadap informasi yang datang dari lima indera baik berupa aroma, rasa, sentuhan, suara, maupun visual. Khusus untuk rangsangan berupa visual, warna dan pencahayaan merupakan salah satu aspek yang sangat mempengaruhi respon psikologi manusia.
PEMILIHAN WARNA
Pemilihan warna, misalnya dapat memberikan perasaan nyaman dan tentram, atau membuat mood penghuninya jadi labil dan mudah terpancing emosinya. Contoh aplikasi pemilihan warna adalah penggunaan warna cerah pada ruang rapat sebuah kantor. Warna-warna cerah seperti kuning dan hijau terbukti dapat mencegah efek “cepat lelah” yang umum melanda pada sebuah sesi meeting. Warna-warna ceria juga ideal untuk kafetaria atau kantin, karena warna dominan merah atau oranye dapat kembali meningkatkan gairah dan semangat pegawai setelah bekerja. Sebuah website perusahaan cat edupaint.com menulis bahwa tiap warna memberikan kesan yang berbeda-beda sehingga diaplikasikan secara berbeda p**a pada pemilihan cat ruangan di rumah. Contohnya adalah kesan semangat dengan warna merah, kreatif dengan warna kuning, segar dengan warna hijau, ceria dengan warna oranye, dan tenang dengan warna biru.
PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAAP MOOD
Mungkin banyak orang yang tidak menyadari, tapi selain warna, pencahayaan merupakan elemen yang memegang peranan penting dalam memberikan informasi visual suatu lingkungan. Tanpa pencahayaan yang baik, kita tidak dapat melihat atau menikmati kondisi visual di sekitar kita, bahkan jika kondisi visual tersebut merupakan sebuah karya arsitektur yang sangat indah