15/08/2026
ATMA WEDANA ....kenapa lebih sering di laksanakan saat TILEM ?
Upacara ATMA WEDANA merupakan AKSARA/PENYUCIAN sang JIWATMAN (yg dulunya menghidupi badan ) yg kedua , setelah penyucian yg pertama yaitu NGABEN .
Orang yg meninggal itu di -ABEN artinya sudah di-AKSARA/DISUCIKAN untuk tahap pertama , maka JIWA nya di sebut PITARA yg keadaan suci , karena sudah melakukan DWIJATI NUHUN pada IDA SANG HYANG WIDHI , JIWA demikian sudah berada dalam BHUWAH LOKA yg di sebut ALAM PITRA/PITRA LOKA.
NGABEN itu ada NISTA , MADYA , UTAMA ...tetapi secara religius nilainya SAMA asal upacaranya di laksanakan secara tuntas .
ATMA WEDANA secara spiritual juga tidak ada perbedaan baik NISTA , MADYA dan UTAMA .
Yang menjadi sasaran utama melaksanakan upacara ATMA WEDANA ialah menyirnakan SUKSMA SARIRA (BADAN HALUS ) , yg terdiri dari TEJA , BAYU , AKASA yg membungkus ATMAN asal mula sang JIWATMAN .
Nama lain dari upacara ATMA WEDANA , di buleleng daerah tyang di kenal oleh masyarakat sebagai upacara NGARORASIN .
Asal kata RORAS , angka 12 .
Upacara NGARORASIN memang dilakukan 12 hari setelah NGABEN , tetapi makna angka 12 itu secara MISTIKNYA ialah penyucian (AKSARA) secara tuntas yg telah lewat dari jumlah semua unsur yg terdapat pada BHUWANA AGUNG dan BHUWANA ALIT.
BHUWANA ALIT memiliki 11 bidang yg mudah di timpa suasana CUNTAKA yaitu 10 INDRYA(DASENDRYA ) dan 1 lagi yaitu MANAH selaku RAJENDRYA .
DASENDRYA berasal dari kata DASA (SEPULUH ) dan INDRYA = alat persepsi dan tindakan , kemampuan .
Jadi DASENDRYA maksudnya sepuluh alat persepsi dan tindakan /kemampuan yg mudah di timpa CUNTAKA yaitu melihat , mendengar , mencium , merasakan , amarah , dengki , angkuh iri , kegelapan fikiran , K**a .
Di tambah dengan MANAH RAJENDRYA menjadi 11 .
Selama masa inilah ia CUNTAKA .
Maka mulai hari ke 12 orang itu sudah bebas dari mengalami CUNTAKA , pada hari ke 12 itu di bolehkan NGARORASIN .
Demikian juga BHUWANA AGUNG yg memiliki 11 bidang yg menerima CUNTAKA yaitu 8 berada di sekitar ARWAH itu , timur , tenggara , selatan , barat daya , barat , barat laut , utara , timur laut , 1 ke atas , 1 ke bawah dan 1 lagi ke tengah .
Demikianlah pada hari ke -12 CUNTAKANYA menjadi tuntas dan barulah di perbolehkan melaksanakan NGARORAS .
Upacara NGARORASIN juga bertujuan membersihkan (MAMARISUDA) keluarga mendiang , rumah dan segala alat yg dulunya di pakai dalam membakar jenasah .
Tujuannya adalah mengakhiri CUNTAKA secara keagamaan .
Dalam upacara ini di perlukan banten DIUSKAMALIGI , PRAYASCITA , CARU SEDERHANA dan TIRTHA PABERSIHAN .
Tetapi PITRA tersebut belum bisa ke SWAH LOKA yg sering di sebut SORGA /SWARGA , sebab PITARA belum di lakukan peningkatan di-AKSARA(KESUCIAN ) yg terakhir , yaitu upacara MAMUGKUR untuk menuju ALAM ATAS yaitu SWAH LOKA yg sering di sebut SORGA/SWARGA LOKA .
Setelah rangkain upacara selesai semua ...baru memungkinkan sang JIWA berangkat ke SORGA/SWARGA LOKA , JIWA ini mulai di sebut DEWA PITARA karena telah berada di ALAM PARA DEWA /SWARGA LOKA.
Ini bararti PITARA bukanlah menjadi DEWA ....tetapi oleh karena PITARA itu sudah di sucikan , juga sudah bisa membimbing serta melindungi kehidupan keturunannya .
Oleh karena itulah sering di bali menyebutnya sebagai BHATARA KAWITAN yg melinggih di kemulan dan di puja oleh keturunannya .
Bhatara itu artinya PELINDUNG ....sering raja raja besar di jawa juga di sebut BHATARA karena melindungi warganya baik semasih hidup juga setelah meninggal .
Nama NGARORAS di daerah tyang buleleng sudah biasa , tapi di anggap bahasa sedikit kasar , bahasa halusnya adalah PATILEMAN .
Asal katanya TILEM ....kata PATILEMAN ini biasanya di peruntukkan bagi mereka yg berstatus bangsawan zaman dulu (untuk sekarang tyang ten uning ...masih di pakai apa tidak istilah niki ? ).
TILEM adalah bulan mati .
Pada bulan mati itulah yg di anggap paling baik melaksanakan upacara ATMA WEDANA/NGARORASIN /PATILEMAN .
Sebabnya karena ATMA WEDANA adalah memusnahkan sama sekali LINGGA SARIRA dari JIWATMAN itu , keadaan ini di persamakan dengan hilangnya cahaya bulan ketika bulan mati /TILEM.
Ini sebabnya upacara ATMA WEDANA /NGARORASIN /PATILEMAN biasanya di laksanakan saat bulan mati /TILEM ....
Ampura semeton tyang sareng sami , penglingsir penglingsir tyang , para senior tyang jika ada kata atau makna yg tidak semestinya , karena pengetahuan tyang juga sangat terbatas di rantau ....semoga para penglingsir tyang ledang meluruskan yg maknanya kurang dan menambahkan agar menjadi lengkap ....
Ngiring berbagi
Konsultasi atau pesan banten klik
>> https://wa.me/628976687246
KAMEN COUPLE BALI
https://s.shopee.co.id/20oTn9nBZo
Buku wajib buat yang mau belajar mebanten
https://s.shopee.co.id/9f9k5nJqxN
Buku-buku Agama Hindu
https://s.shopee.co.id/3fwhmSx7kb
Kamen Batik Dan Rayon Bali Lembaran
https://s.shopee.co.id/2B7tzanifK
Bokor Payet Rangrang
https://s.shopee.co.id/LgFofWBmh