14/09/2026
RUMAH MONOCHROME + RUMAH BURUNG WALET
Pasuruan, Jatim
Kejutan visual hadir melalui kehadiran dek kayu yang ditarik masuk menjadi bagian dari interior rumah. Elemen yang biasanya identik dengan area eksterior ini sengaja ditempatkan sebagai ruang penghubung antara dapur dan ruang makan. Area ini membentuk zona transisi fungsional yang rileks. Penghuni dapat duduk bersantai merasakan tekstur hangat kayu di bawah kaki dan menikmati semilir udara dari taman, tanpa sedikit pun khawatir akan tampias air saat hujan turun. Keputusan membawa material luar ke bawah naungan atap membuat batasan antara ruang dalam dan alam benar-benar melebur menjadi satu kesatuan pengalaman spasial.
Bergeser dari dek tersebut, ruang makan dan area keluarga tersusun dalam format denah terbuka yang leluasa. Pintu lipat kaca berbingkai gelap berfungsi sebagai partisi transparan yang fleksibel. Ketika daun pintu dibuka penuh, pandangan seketika meluas mengarah langsung ke patio berlantai kerikil putih dengan rimbun dedaunan hijau. Jeda visual yang dibentuk oleh lantai kayu sebelumnya memberi keseimbangan terhadap karakter lantai semen ekspos yang dingin di area duduk, menyatukan sirkulasi udara dan cahaya alami ke seluruh penjuru ruang bersama.
Alur pergerakan kemudian mengalir mulus menuju area memasak yang menampilkan karakter material tak kalah kuat. Dapur dirancang terbuka namun tetap memiliki teritori tersendiri melalui permainan tekstur. Permukaan meja kerja berbahan teraso bercorak disandingkan dengan susunan backsplash ubin bata terakota. Komposisi ini merespons warna-warna bumi yang mendominasi ruang komunal, sekaligus menjaga keterhubungan visual yang erat dengan area makan di dekatnya. Sebuah jendela vertikal turut disematkan di sudut ruang untuk memastikan pertukaran udara tetap optimal saat aktivitas memasak berlangsung.
Kontras dengan dinamika di area komunal, ruang tamu di bagian depan menyuguhkan atmosfer yang lebih hening. Proporsi ruang penerima ini diatur lebih intim untuk memberikan ketenangan bagi siapa saja yang baru melangkah masuk. Cahaya matahari ditangkap perlahan lewat jendela, pendarannya disaring lembut oleh tirai tipis yang menjuntai. Komposisi tempat duduk abu-abu yang mengapit meja kayu menyusun suasana yang tertata rapi, merajut kembali benang merah penggunaan material alami yang mengikat keseluruhan narasi arsitektur dari area terdepan hingga ke inti rumah.
KOOHESI Studio
Architecture & Interior Design
💬 Consultation & Inquiries:
📱 0898-5552-001
Tampilkan lebih sedikit