27/07/2026
https://www.facebook.com/share/1FMJ55SzWg/
Aksi perusakan terjadi di Desa Oebelo dan Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan pada Minggu (26/7/2026) pukul 17.00 wita. Sebanyak 32 rumah warga dan enam kendaraan dilaporkan rusak.
Massa menyerang pemukiman warga di Dusun Hautias (Desa Oebelo) dan Dusun Oetene (Desa Bena), Kecamatan Amanuban Selatan. Tidak hanya melempari rumah secara acak, massa juga menghancurkan pintu, jendela, serta kendaraan milik warga setempat.
Dampak paling memilukan menimpa kelompok janda, duda, dan lansia yang tidak berdaya. Beberapa di antaranya dilaporkan mengalami trauma hebat, sesak napas, hingga pingsan, dan dilarikan ke Rumah Sakit Kualin untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP Hendra Dorizen mengkonfirmasi kejadian ini. Ia menguraikan kronologi dan dampak kerusakan yang ditimbulkan.
"Aksi pengrusakan terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Berdasarkan informasi di lapangan, sekelompok massa beranggotakan puluhan orang tiba menggunakan sepeda motor, mobil pick-up, serta dump truck. Massa kemudian berhenti dan melempari pemukiman warga menggunakan batu serta alat lainnya," ungkap Kapolres, Senin (27/7/2026).
Data awal kepolisian mencatat dampak dari aksi anarkis tersebut meliputi 32 Unit Rumah Warga, dimana kerusakan pada pintu, kaca jendela, dinding, perabot rumah tangga, serta satu unit fasilitas air bersih (viber 5.000 liter).
Selain itu enam unit kendaraan roda empat juga mengalami pecah kaca depan, samping, dan belakang, terdiri dari unit pikap, mobil pribadi, dan dump truck).
Aksi yang berlangsung mendadak ini mengejutkan masyarakat sekitar yang tidak tahu-menahu mengenai akar permasalahan. Akibatnya, satu orang warga pingsan atas nama Horiana Asbanu harus dilarikan ke Rumah Sakit Pratama Kualin untuk mendapatkan penanganan medis.
Aksi penyerangan ini diduga dipicu oleh rasa tidak puas dan upaya balas dendam dari pihak keluarga almarhum Gustaf Nabuasa atas kasus penganiayaan berat sebelumnya yang menyebabkan korban meninggal dunia.