21/09/2026
𝙁𝙧𝙖𝙢𝙚𝙬𝙤𝙧𝙠 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙈𝙚𝙣𝙮𝙪𝙨𝙪𝙣 𝙎𝙖𝙛𝙖𝙧
"𝐔𝐦𝐫𝐨𝐡 𝐄𝐧𝐞𝐫𝐠𝐲 𝐌𝐚𝐧𝐚𝐠𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭 "
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dulu, salah satu dosen saya di UI pernah memberikan tugas yang sampai sekarang masih saya ingat.
Kami diminta mempelajari beberapa framework, membandingkannya, lalu merumuskan framework yang paling tepat untuk sebuah perusahaan yang kami teliti.
Satu pelajaran yang saya bawa sampai hari ini:
𝙏𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙞𝙡𝙞𝙠𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖, 𝙈𝙖𝙠𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙩𝙚𝙥𝙖𝙩 𝙙𝙞𝙨𝙚𝙡𝙚𝙨𝙖𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙛𝙧𝙖𝙢𝙚𝙬𝙤𝙧𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖.
Bertahun-tahun kemudian, cara berpikir itu ternyata saya gunakan lagi.
Kali ini bukan untuk tugas kuliah.
Tapi ketika saya terjun langsung mengurus perjalanan Umroh.
Saya mulai memperhatikan sebuah masalah:
𝙆𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙨𝙚𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙚𝙗𝙚𝙧𝙖𝙥𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣𝙖𝙣, 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙞𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙢𝙖𝙖𝙝 𝙢𝙪𝙡𝙖𝙞 “𝙩𝙪𝙢𝙗𝙖𝙣𝙜?"
Tentang kesehatan, kekuatan, kemudahan, dan segala sesuatu yang terjadi selama perjalanan, tentu semuanya berada dalam ketetapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagai hamba, bagian kita adalah 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙤𝙖, 𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙝𝙩𝙞𝙖𝙧 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣, 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙙𝙞𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙬𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖-𝙉𝙮𝙖.
Dan dari sisi ikhtiar perjalanan, saya mulai menemukan satu kata yang terus berulang:
𝙀𝙉𝙀𝙍𝙂𝙄.
Karena ternyata hampir setiap bagian dari perjalanan Umroh akan terus “meminta” energi.
Terbang butuh energi.
Berjalan dari hotel menuju masjid butuh energi.
Berpindah kendaraan butuh energi.
Mengangkat dan memindahkan barang butuh energi.
Ziarah dan aktivitas lainnya butuh energi.
Bahkan menunggu pun bisa menguras energi.
Sementara energi manusia terbatas.
Dan tujuan utama kita datang sejauh ini adalah:
𝙄𝘽𝘼𝘿𝘼𝙃.
(𝐋𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭 𝐝𝐢 𝐤𝐨𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐫)
👇