20/10/2025
fakta menarik tentang tongeret (jangkrik atau Gryllidae) yang jarang diketahui: 🦗
1. Bersuara dengan menggesek sayapnya
Hanya jangkrik jantan yang bisa “bernyanyi”. Suara khas “krik krik” dihasilkan dengan cara menggesekkan dua sayapnya — bagian satu memiliki tonjolan mirip gergaji (file), dan bagian lainnya berfungsi sebagai penggosok (scraper).
2. Suara untuk menarik betina
Jangkrik jantan bersuara bukan karena iseng, tapi untuk menarik perhatian jangkrik betina. Menariknya, setiap spesies memiliki pola nyanyian yang berbeda, sehingga betina bisa mengenali jenis jantannya.
3. Bisa memprediksi suhu!
Ada fakta ilmiah menarik: jumlah “krik” jangkrik bisa digunakan untuk memperkirakan suhu udara. Misalnya, di Amerika ada rumus Dolbear’s Law:
➤ Hitung jumlah “krik” selama 14 detik, lalu tambahkan 40 = suhu dalam Fahrenheit.
(Misalnya 30 krik + 40 = 70°F atau sekitar 21°C)
4. Simbol keberuntungan di beberapa budaya
Di Tiongkok dan Jepang, jangkrik dianggap pembawa keberuntungan dan simbol keuletan. Dulu orang bahkan memelihara jangkrik dalam sangkar kecil agar rumah selalu “bernyanyi”.
5. Termasuk sumber protein tinggi
Tongeret sering dikonsumsi di beberapa daerah di Indonesia. Kandungan proteinnya sangat tinggi, sekitar 60–70% dari berat keringnya, bahkan lebih tinggi dari daging sapi!
6. Aktif di malam hari (nokturnal)
Tongeret biasanya mulai bersuara dan beraktivitas saat malam. Siang hari mereka bersembunyi di bawah batu, tanah, atau dedaunan untuk menghindari panas.
7. Punya pendengaran di kaki!
Uniknya, jangkrik mendengar bukan dengan telinga di kepala, tapi lewat organ timpani di bagian kaki depan mereka.
8. Punya peran penting di ekosistem
Jangkrik membantu menguraikan sisa-sisa tumbuhan dan hewan di tanah, menjaga kesuburan tanah, serta menjadi makanan bagi banyak hewan seperti burung dan reptil.