Wida Green Garden

Wida Green Garden Dengan keindahan bunga kan memperindah dan menyejukkan pula rumah anda, mari hijaukan istana kita

06/02/2014

cara, merawat, tanaman, hias, dengan baik

Cara Merawat Tanaman Hias
Anggun, cantik, dan menarik adalah penampilan yang selalu diharapkan dari tanaman hias sebagai penghias di dalam maupun di luar ruangan. Oleh karena itu, tanaman membutuhkan perhatian ekstra dan perawatan yang intensif agar tetap sehat dan berpenampilan menarik.

Tanaman sama seperti juga binatang peliharaan yang butuh perhatian lebih, apabila kita benar-benar merawatnya dengan penuh perasaan, maka tanaman pun akan membalas dengan menampilkan sosok yang sehat, cantik, dan anggun sesuai yang diharapkan.

Di dalam merawat tanaman hias yang perlu dilakukan adalah memeperhatikan penyiraman, pemangkasan, dan repotting. Dan tiga hal tadi juga berlaku apabila kita ingin memperbanyak tanaman hias atau membudidaykannya. Untuk pembahasan lebih jelas tentang memperbanyak atau budidaya tanaman hias bisa anda kunjungi blog http://bestbudidayatanaman.blogspot.com.

Cara Penyiraman yang Baik
Peranan air pada tanaman hias sangat penting sebab air yang membawa unsure-unsure makanan bagi tanaman melalui bulu-bulu akarnya. Unsure hara yang dilarutkan dalam air bergerak dari akar menuju daun. Di dalam daun, larutan ini bersama gas asam arang membentuk cadangan makanan yang selanjutnya beredar ke seluruh bagian tanaman sehingga tanaman tidak layu dan pertanda mengalami pertumbuhan. Air juga berguna 8ntuk mengontrol suhu waktu udara panas.

Kehidupan tanaman sangat tergantung pada penyiraman, khususnya tanaman dalam pot. Apabila penyiraman terlambat, maka tanaman akan layu dan akhirnya mati karena penguapan dari sel-sel di dalam tanaman. Sedangkan jika kelebihan penyiraman akan tidak baik juga, karena dapat menyebabkan akar tidak dapat bernapas dan menjadi busuk.

Berbeda halnya apabila kita menanam tanaman langsung di tanah terbuka, meskipun kekurangan air masih dapat bertahan sebab dalam tanah masih banyak cadangan makanan dan air.

1. Kualitas Air
Dalam menggunakan air sebaiknya jangan sembarangan air, sebab ada air yang membawa bibit penyakit sehingga dapat mengancam kelangsungan hidup tanaman, seperti, air sungai yang belum dsapat dijamin kebersihannya.
Air yang baik kualitasnya adalah air sumur, karena didalamnya mengandung zat-zat makanan yang dibutuhkan tanaman. Bila menggunakan air hujan atau air ledeng sebaiknya didiamkan terlebih dahulu sekitar 12 – 14 jam, setelah itu baru bisa dipakai untuk penyiraman.

2. Kuantitas Air
Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Ketika menyiram tanaman, usahkan mengenai semua bagian tanaman, terutama daun-daunnya. Hal ini supaya tanaman kelihatan segar, dan sebaiknya menggunakan semprotan agar air yang mengenai tanaman dapat berupa butiran-butiran halus yang tidak merusak tanaman.

Banyaknya atau kuantitas air siraman bagi tanaman hias tergantung pada jenis tanaman dan letak tanaman. Menurut jenis, ada tanaman yang menyukai media basah dan juga semi basah. Sedangkan menurut letaknya, bila diletakan di dalam ruangan tanaman tidak memmerlukan banyak air sebab di dalam ruangan penguapannya sedikit dan bila diletakan di luar ruangan banyak memerlukan air sebab di luar banyak terjadi penguapan.

Tanaman Harus Tetap Sehat

Tanaman yang di letakkan di ruangan, sebaiknya setiap 2 atau 3 minggu sekali dikeluarkan, sebab tanaman juga butuh menghirup udara yang segar dan letak pada tempat yang posisinya terkena sinar matahari.

Tanaman dan lingkungan sekitarnya harus tetap bersih, bekas penyiraman atau pemupukan jangan berserakan, karena hal itu dapat mengundang penyakit.

Pemupukan Pada Tanaman
Berhubung setiap tanaman membutuhkan unsure hara yang berbeda-beda antara jenis tanaman satu dengan yang lain maka dosis pemberian pupuk pun berbeda-beda. Sesuaikan pemberian pupuk menurut dosis yang telah ditentukan pada kemasan pupuk yang ada.

Contoh, pada tanaman adenium pupuk yang dibutuhkan hanya sedikit. Sebaiknya gunakan pupuk Slow release dengan dosis rendah. Slow release adalah jenis pupuk yang terbungkus dalam suatu lapisan pelindung dan larut sedikit-sedikit apabila terkena siraman air. Dengan demikian, tidak aka nada resiko over dosis.

Hama dan Penyakit
Hama : kutu daun, ulat, thrips, lalat putih, dan jamur

• Kutu Daun, tanda-tandanya tanaman menjadi kerdil, daunnya kering atau menggulung, daun dan batangnya lemah. Cara mengatasinya, singkirkan tanaman supaya tidak menyerang tanaman lain, bersihkan daunnya dengan air hangat seminggu sekali dan semprot dengan obat yang sesuai dengan jenis tanaman dan takaran.

• Ulat, tanda-tandanya daun berlubang dan banyak kotoran ulat disekitarnya. Cara mengatasinya, musnahkan ulat dan bersihkan tanaman dari gulma-gulma yang dapat mengundang ulat.

• Thrips, tanda-tandanya tanaman akan mengalami kegagalan dalam membentuk bunga dan akhirnya rontok, bercak-bercak pada daun, serta daun melepuh kemudian rontok. Cara mengatasinya, tanaman bersihkan dengan air hangat, kemudian semprot daerah yang terkena hama dengan dengan obat yang sesuai dengan jenisnya seminggu sekali.

• Lalat Putih, tanda-tandanya permukaan baigian tas dan belakang menjadi hitam dan terdapat kerumunan semut. Lalat ini meletakan telurnya diprtmukaan bawah daun. Cara mengatasinya, semut dimusnahkan, kemudian tanaman dibersihkan dengan air sabun atau air hangat dan disemprot dengan obat yang sesuai.

•Jamur, tanda-tandanya tanaman kelihatan layu, mahkota rontok, pucuk daun keriting, serta tangkai dan akar membusuk. Cara mengatasinya, bagian-bagian yang rusak dibuang, kemudian media tanam diganti dengan komposisi yang tepat, dan disemprot dengan obat yang sesuai dengan dengan tanaman.

Pemangkasan
Manfaat pemangkasan bagi tanaman hias sangat banyak sekali dampaknya, diantaranya yaitu:

Agar cabang tanaman beraturan sehingga mempercantik penampilan tanaman.
Pertumbuhan batang dan bunga akan terlihat kompak.
Dapat memicu munculnya bunga-bunga baru sehingga meningkatkan pesona tanaman.
Agar terhindar dari hama dan penyakit, karena dapat memutus siklus hama.

Repotting
Repotting adalah penggantian media tanam, hal ini dilakukan tentunya pada media tanam yang ada di dalam pot karena apabila tidak diganti maka pertumbuhan tanam akan terhambat. Hal itu disebabkan karena kedia tanam sudah terlalu masam atau akarnya yang sudah memenuhi pot.

Penggantian media tanam untuk tanaman tahunan dilakukan 9-12 bulan sekali, sedangkan untuk tanaman musiman dilakukan 3-4 bulan sekali. Waktu penggantian media tanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, apabila siang hari lakukan ditempat yang teduh.

21/01/2014

Langkah Perawatan Tanaman Hias
Pemupukan

Untuk tanaman hias indoor, pupuk yang diberikan sebagai sumber hara bagi tanaman sama seperti tanaman hias lainnya yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik seperti humus, kompos, clan pupuk kandang, merupakan pupuk dasar yang dicampurkan ke dalam tanah atau media tanam pada saat tanaman ditempatkan ke dalam pot. Fungsinya untuk memperbaiki struktur media tanam. Pupuk anorganik seperti campuran urea, TSP, dan KCI, atau NPK, diberikan secara berkala, misalnya 2-4 bulan sekali setelah tanaman tumbuh kuat. Pupuk dilarutkan dulu dengan air, lalu disiramkan pada media tanam.

Penyiraman

Waktu, banyaknya air, maupun cara penyiraman yang teratur akan menghindarkan tanaman dari kematian akibat salah siram. Banyaknya air penyiraman sangat tergantung dari jenis tanamannya. Ada tanaman yang s**a kondisi basah (asplenium, violces, scindapsus), semi basah (anthurium, palem, filodendron), dan kering (kaktus, sansiviera, kalanchoe). Penyiraman dapat dilakukan dari atas sampai seluruh perakaran tanaman basah. Kelebihan air siraman terbuang ke luar lewat lubang drainase di dasar pot. Aglaonema misalnya, termasuk tanaman yang s**a air, tapi juga toleran terhadap keadaan kekeringan berkepanjangan. Penyiramannya dapat dilakukan pagi dan sore, atau ketika media tanamannya mulai kering. Penyiraman paling praktis bisa menggunakan spon basah yang diperas dan dikucurkan ke tanaman.

Penyegaran

Setelah menghias ruangan selama jangka waktu tertentu, tanaman perlu istirahat di luar ruangan untuk penyegaran. Tanaman yang tidak tahan sinar matahari maupun yang toleran tetap memerlukan penyegaran. Tindakan itu perlu untuk menjaga tanaman agar tetap sehat dan tampil prima. Tanaman dikeluarkan antara satu sampai dua minggu sekali. Lamanya berada di luar ruangan sangat tergantung pada kondisinya. Bila sudah segar dan daunnya tampak mengkilap, dapat ditaruh kembali di dalam ruangan.

Perlindungan Kesehatan

Gangguan hama dan penyakit dapat mengakibatkan tanaman tidak tampil dalam kondisi prima. Semua gangguan itu harus dicegah. Serangan hama seperti belalang, ulat, tungau, atau kutu putih yang merusak daun dan pucuk tanaman dapat dikendalikan dengan insektisida. Penyakit fisiologis seperti daun mengering karena kekurangan air, warna pucat karena kekurangan sinar matahari, membutuhkan perhatian dan penanganan yang tepat. Masing-masing jenis tanaman perlu dirawat sesuai persyaratan yang diperlukan. Debu bisa p**a membuat ketahanan tanaman indoor cepat merosot. Lapisan debu yang belum begitu tebal dapat dibersihkan dengan menyeka daun pakai sepon atau lap basah. Bisa juga tanaman disemprot air untuk menghilangkan debunya. Untuk membuat daun tampak mengkilap dapat digunakan susu murni atau susu bubuk yang dilarutkan dalam air. Susu dioleskan pada permukaan daun dengan kapas bersih. Tanaman yang diolesi susu akan terlihat lebih baik.

Pergantian Pot

Wadah yang sudah tidak layak pakai sebaiknya segera diganti dengan ukuran yang lebih besar agar tidak mengurangi daya tarik, menghambat pertumbuhan, dan mengganggu kesehatan tanaman. Tanaman yang tumbuh cepat seperti uklaonema dan fibdendron, potnya dapat diganti 6 bulan sekali. Tanaman Yang tumbuh lambat seperti nolina atau palem tunggal, pergantian potnya dapat dilakukan setahun sekali. Tanaman dikeluarkan dari pot lama setelah disiapkan pot baru yang lebih besar dari penggantinya dengan dibongkar secara hati-hati.

Perlakuan Lain

Agar penampilan tanaman hias senantiasa menarik, tanaman hias indoor membutuhkan perhatian perawatan rutin setiap hari. walau perlakuannya hanya sebentar. Bagian tanaman yang rusak seperti, daun menguning, atau kering langsung segera dibuang. Cabang yang terlalu rimbun sebaiknya dikurangi agar tercipta sirkulasi udara yang lancar. Daun yang sering tumbuh dapat dipangkas secara teratur dan sekaligus untuk membentuk tajuknya.

Pencahayaan

Untuk pencahayaan tanaman indoor di dalam rumah, kantor, clan hotel dapat digunakan cahaya artifisial dari lampu. Lampu tersebut selain menjadi elemen dekorasi, juga berfungsi untuk merawat dan meningkatkan laju pertumbuhan tanaman. Komposisi cahaya lampu ini tidak hanya ditujukan pada tanaman, namun juga mempertimbangkan cahaya yang bisa memuaskan mata manusia.

21/01/2014

Address

Jalan Sungkur Indah
Ponorogo
63456

Telephone

+6287758406592

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wida Green Garden posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category