10/08/2026
Masya Allah,Kisah Kamaruddin dan Najrah Pasutri Desa Katoi Punya 16 Anak Semuanya Penghafal Al Quran.
Kisah Kamaruddin dan Najrah Rasyid, pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Katoi, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, sangat inspiratif karena berhasil mendidik ke-16 anak kandung mereka menjadi penghafal Al-Qur'an (hafiz/hafizah).
Berikut adalah poin-poin penting dan fakta menarik dari kisah luar biasa keluarga ini:
Profil dan Latar Belakang Keluarga
● Profesi Orang Tua: Kamaruddin bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar sebagai guru Agama Islam di SD Negeri 1 Katoi. Sementara sang istri, Najrah, berfokus penuh sebagai ibu rumah tangga untuk mengasuh anak-anak mereka.
● Pertemuan Pertama: Keduanya bertemu dan menikah pada Januari 1996 setelah dijodohkan di sebuah pondok pesantren di wilayah Pangkep, Sulawesi Selatan.
● Rentang Usia Anak: Anak pertama mereka, Nurfaaiqah, lahir pada 12 Oktober 1996, sedangkan anak bungsu ke-16, Zayyan Aqif Rahmani, lahir pada 29 Desember 2015. Semua anak lahir dalam kurun waktu sekitar 20 tahun.
Capaian Hafalan Al-Qur'an
● Semuanya Hafiz: Seluruh anak mereka menempuh pendidikan di pesantren khusus penghafal Al-Qur'an.
● Tingkat Hafalan: Tiga anak tertua mereka sudah khatam menghafal penuh 30 juz. Sementara anak-anak yang lebih muda memiliki variasi hafalan mulai dari 1 juz, 5 juz, 10 juz, hingga 15 juz sesuai jenjang usia mereka.
● Prestasi & Penghargaan: Beberapa anak mereka telah mengantongi piagam penghargaan hafalan hingga tingkat provinsi. Berkat prestasinya, anak-anak tersebut mendapatkan beasiswa dari pihak pesantren maupun Pemerintah Daerah Kolaka Utara.
Motivasi dan Kunci Sukses
● Impian Sang Ibu: Keinginan memiliki anak-anak penghafal Al-Qur'an bermula dari Najrah. Dulu saat masih di pesantren, Najrah tidak sempat menyelesaikan hafalan 30 juz karena sibuk membantu mengurus keluarga ustazahnya. Ia kemudian berdoa agar kelak anak-anaknya yang merealisasikan impian tersebut.
● Pola Pikir Rezeki: Meskipun hidup dalam kesederhanaan di rumah yang terbatas, Kamaruddin dan Najrah tidak pernah takut kekurangan. Mereka memegang teguh prinsip ayat Al-Qur'an bahwa setiap anak membawa rezekinya masing-masing.
● Penerapan Ilmu: Kamaruddin memanfaatkan latar belakang pendidikannya di Sekolah Pendidikan Guru (SPG), termasuk ilmu psikologi, untuk memahami karakter serta mengoptimalkan kemampuan belajar dan menghafal anak-anaknya.