Tukang Masak Partikelir

Call Directions Website Contact the business

Tukang Masak Partikelir dari dapur menuju medan tempur

Ada satu hal yang ga pernah gagal bikin aku mikir soal keadilan sosial tiap kali makan tengkleng, kok bisa ya tulang dan...
09/07/2026

Ada satu hal yang ga pernah gagal bikin aku mikir soal keadilan sosial tiap kali makan tengkleng, kok bisa ya tulang dan jeroan yang dulu dianggap β€˜sampah’ sekarang harganya bisa lebih mahal dari sate dagingnya sendiri

Ceritanya bermula dari zaman nelangsa, tepatnya masa penjajahan Jepang. Konon katanya bagan pangan waktu itu menipis, rakyat kecil harus mengolah apa pun supaya perut tetap terisi, bonggol pisang aja bisa jadi makanan

Kambing jadi barang mewah, tapi bukan dagingnya yang jatuh ke mulut rakyat jelata. Ningrat ga s**a tulang sama jeroan, nah itu! Kemudian diolah dengan bumbu seadanya dari pasar tradisional biar ga mubazir

Nama tengkleng sendiri punya cerita yang khas Jawa banget. Piring miskin waktu itu terbuat dari gebreng, semacam seng tipis. Begitu tulang kambing ditaruh di atasnya, bunyinya kleng kleng kleng, nyaring khas logam, dan dari situ nama tengkleng menempel sampai sekarang

Cara makannya juga bukan buat orang jaim. Wajib hands-on, kata orang sini, dibrakoti atau dikrikiti, definisinya menggigiti daging yg nempel tulang sampai tak bersisa. Koyok kucing ae.

Sensasi menemukan sedikit daging, otot, atau sumsum di sela tulang itu yang bikin orang rela belepotan tangannya demi semangkuk tengkleng. Kalo dapet dagingnya agak banyak, rasanya kaya menang taruhan!!

Sekarang tengkleng udah naik kasta. Dulu cuma dijajakan simbok di pinggir pasar, wadah pincuk daun pisang, disajikan ala carte tanpa nasi, sekarang jadi menu yang diburu wisatawan dengan harga yang taklagi murah

Ironis kan, makanan yang lahir dari kemiskinan berubah jadi simbol kemewahan kuliner, tapi begitulah cara sejarah bekerja, apa yang dulu dianggap limbah bisa jadi warisan

18/05/2026

Bebek goreng se-JUMBO ini cuma 25k

Ini tipikal bebek bacem yg ternyata ga manis sama sekali, rasa cenderung asin gurih, bau gamey bebek nyaris hilang ketutupan bumbu dan rempahnya, tekstur kenyal hampir takada perlawanan saat dikunyah, literally friendly untuk segala usia

Side dishnya berupa rebusan daun pepaya yg ga pahit sama sekali. Kondimennya ada sambal bawang yg pedasnya masih manusiawi, dan sambal merah terasi yg ga terlalu manis

Kata gue mah ini nikmat yg sederhana

Mau dibilang hidden gem tapi ini di pinggir jalan. Depan belakang kiri kanan sawah semua, lurus lagi 5 menit udah sampai di pantai Samas, alias warung ini jauh dari pusat kota. Untungnya worth the trip lah!

Dan bebek goreng mana lagi yg kamu dustakan?

Hashtagnya aja ya

πŸ“Bebek Goreng Pak Wid



10/05/2026

Hidden gem di Jogja yg beneran hidden

Buka cuma Sabtu Minggu, jam 9 pagi sampai 7 malem. Kami dateng jam brunch dan harus reservasi dulu

Pas duduk, kami sadar satu hal: cuma ada kami. Takada orang lain. Kayak punya restoran sendiri tapi ga perlu bayar sewa, asik sekali πŸ˜–

Tempatnya di Kemetiran Kidul, sekitar 3 menit dari Malioboro. Tapi β€œ3 menit” versi Google Maps yg takpernah memperhitungkan kamu muter-muter nyari gangnya, hehe

Konsepnya rumah vintage Hindia Belanda. Meja kayu, dinding batu bata, piring keramik motif bunga. Pokoke ngono deh, mirip numpang makan di rumah eyang yg rumahnya kebetulan cakep

Aku pesan tiga menu

Bestik sapi. Bistik versi Hindia Belanda, bukan ala steakhouse mal. Daging giling yg dibentuk bola dengan kuah gelap, manis asin segar gurih, mirip sama Selat Solo

Poffertjes. Panekuk mini Belanda. Kudapan yg seharusnya biasa aja, tapi habis dimakan kok kepikiran pengin lagi

Songgo Buwono. Aslinya hidangan ningrat keraton di perjamuan penting. Isinya roti sus, ragout, telur, daun selada. Filosofiny menggambarkan isi dunia dari langit sampai bumi.

Semuanya sedap! Cobain sendiri aja ya

πŸ“ Jl. Kemetiran Kidul No. 45
πŸ•™ Sabtu-Minggu, 09.00-19.00cuisine​​​​​​​​​​​​​​​​

BUAT YANG BARU BELAJAR MASAK, INI TIPS BUAT KAMU!Bikin tumisan/stir fry/oseng-oseng yang nikmat tuh seems like easy to b...
03/05/2026

BUAT YANG BARU BELAJAR MASAK, INI TIPS BUAT KAMU!

Bikin tumisan/stir fry/oseng-oseng yang nikmat tuh seems like easy to be done, tapi doing it well sampai ada bau asap-asapnya bisa ga?

Teori yang pernah aku baca sih gini ya:

1. Nyalain kompor dengan pengaturan api paling besar. Ini tuh sebenarnya agak tricky, jadi pikir aja sendiri, palagi buat dapur rumahan dengan kompor rumahan, ye kan?

In short, setelah minyak dituang dan dipanasin, kita harus nunggu sampai wajan sepanas mungkin, sampai minyaknya 'ngebul'/berasap

Then we really need to feel the heat, sadar kan kalo titik paling panas di wajan itu ya di tengah-tengahnya persis, sisi luar tuh gak sepanas di tengahnya

Ketika kita memasukkan bumbu dan bahan, sebisa mungkin kandungan air-nya terevaporasi dengan cepat, dan terjadilah reaksi Maillard

Molekul pada minyak bakal break-apart dan bercampur dengan bumbu dan bahan tadi, seiring dengan ngosengnya, menjadikannya nikmat, smooookyyy

2. Iris bumbu, bahan, dengan potongan yang konsisten. lagi-lagi semuanya tergantung selera, mau tipis-tipis, tebal-tebal, atau kotak-kotak sekalipun.
Catatannya adalah dengan wajan yang sangat panas, kita harus nge-toss dan nge-stir dengan cekatan. Biar apa? pertama biar gak gosong, kedua biar rata matangnya. Pada saat isiannya mumbul-mumbul di udara, itu kemasak pake uapnya juga loh eniwei

3. Siapin semuanya, lalu masukkan bahan sesuai dengan urutannya, tahap demi tahap. Yang lebih keras nyemplung duluan, dan kemudian, dan selanjutnya. Menurutku, tumisan yang nikmat tuh semua isiannya harus tetap menyisakan rasa 'gigitan'

4. Season
Tabur garam, gula, lalu untuk persaosan, aki memilih menuangnya dari sisi pinggir wajan. Acapkali gulanya bisa kita bikin jadi karamel dulu. Aduk sampai meruak, sajikan

Tapi ini semua teori aja πŸ€£πŸ™ why so serious?

ini google maps-ku. semua bintang udah kesampaian. 7 kurasi kali ini:1. Zabunch β€” charcoal flame burger di Prawirotaman....
23/04/2026

ini google maps-ku. semua bintang udah kesampaian. 7 kurasi kali ini:

1. Zabunch β€” charcoal flame burger di Prawirotaman. patty-nya tebal, juicy, sausnya nggak pelit. salah satu burger terbaik di Jogja, harus cobain saus blueberry hehe
2. Noom β€” casual dining Prawirotaman, menu Asian-style, open kitchen. pad kra pao-nya solid. tempatnya kecil, baiknya reservasi dulu.
3. Sekar Pizza β€” New York style pizza di Tirtodipuran, konsep diner Amerika 70-an. harga lumayan bersahabat. satu slice sudah bikin kenyang. topping-nya nggak pelit.
4. Coklat Monggo β€” coklat pertama di Jogja berstandar Eropa, dibuat orang Belgia. belinya di sini, makan gelatonya juga di sini.
5. Masama by Kamil β€” fusion western-Asian dari Chef Prancis yang nyasar ke Jogja tahun 2008 dan betah sampai sekarang. cobain nasi bakar mahalnya deh
6. Mediterranea β€” sebelahnya masama. dari chef yang sama. lebih serius, lebih ke French-Mediterranean. buat yang mau dinner proper.
7. Nanamia Pizzeria β€” pizza Italia pakai wood fire oven, berdiri sejak 2007. no MSG, no artificial. ada minimarket skena juga di sisi depan

πŸ“ semua di Jogja

Hari ini aku belajar kalo blanching itu ada bahasa indonesianya yaitu belansir. Selama ini aku pakai bahasa jawa yaitu β€œ...
19/04/2026

Hari ini aku belajar kalo blanching itu ada bahasa indonesianya yaitu belansir. Selama ini aku pakai bahasa jawa yaitu β€œhalupi”

Setahun sekali, sempatkanlah ke SabangIni cerita tentang perjalanan kuliner kamiBukan Sabang di Aceh. Jalan Sabang. Jaka...
11/04/2026

Setahun sekali, sempatkanlah ke Sabang

Ini cerita tentang perjalanan kuliner kami

Bukan Sabang di Aceh. Jalan Sabang. Jakarta Pusat. Dua ratus meter dari Sarinah, belok kiri. Kawasan ini sudah berpuluh tahun jadi pusat kuliner Jakarta

Natrabu, restoran mewah Padang yang sudah melewati lebih dari enam dekade tanpa berubah arah. Sate Pak Heri, tiga generasi, masih di tempat yang sama. Soto Pak Gendut, Pempek Cawan Putih, Bakmi Roxy, semuanya ada.

Palugada. Apa lu mau gw ada.

Campuran street food kaki lima dan restoran tua yang berdampingan tanpa hirarki yang jelas, dari pagi sampai tengah malam, takpernah benar-benar sepi

Tapi dari semua yang ada di sini, ada satu tempat yang selalu kami kembali

Claypot Popo, namanya. Dari luar, papan besar warna zamrud tua dengan tulisan emas dan scaffolding besi penuh lampion merah berjejer sampai ke langit. Begitu penampakannya dulu (dan yang kuingat). Sekarang catnya mengelupas, lampionnya sudah hilang, kabel listrik menutupi fasadnya dari semua arah, dan papan namanya hampir tidak terbaca dari jalan. Dua lampu kecil di bawah satu-satunya tanda bahwa tempat ini masih buka. Persis seperti apartemen tua di Tsim Sha Tsui yang sudah mau menyerah tapi masih kokoh.

Lalu kami masuk

Kami pertama ke sana tahun 2019. Yang kuingat pertama kali masuk adalah dinding penuh poster jadul China yang ditempel tanpa pola jelas, yg penting penuh, skena total. Langit-langit dengan lampion merah, kipas angin plafon yang tidak terlalu kuat, dan bangku kayu kecil yang sudah hapal bentuk punggungmu.

Tempatnya relatif sempit, memanjang ke dalam seperti lorong. 3 lantai. Pintu depannya kaca buram, kusen coklat tua, dinding terrazzo kasar, jendela kisi besi, ubin keramik lama di teras kecilnya.

Kalau tidak tahu, kamu mungkin akan lewat begitu saja. Kami biasanya duduk berhadapan. Meja di antaranya tidak lebar

Malam kemarin kami ke sana lagi

Masih jalan kaki. Selalu jalan kaki. Ini hobi kami yang paling murah dan paling susah dijelaskan ke orang lain kenapa menyenangkan. Berjalan saja, lihat kanan kiri, masuk warung kalau pengin, keluar kalau sudah kenyang, lalu jalan lagi, makan lagi

Jakarta yang dari dalam mobil terasa seperti kota yang marah, dari kaki terasa ramah

Pesanan kami selalu sama tiap tahun. Aku claypot siram dengan telur mentah di tengahnya, daging sapi iris, jagung, wortel potong dadu, disiram kuah kenyal bening yang gurih dan panas. Diaduk seperti bubur supaya telurnya matang. Istriku misua tahu telur asin, kuahnya lebih tenang, lebih bersih, tidak neko-neko. Ditambah kailan tumis bawang putih, dan siomay goreng kecil-kecil yang takminta perhatian tapi malah habis duluan

Istriku minum teh tarik. Aku teh tawar.

Ini sudah menjadi ritual tahunan kami. Bukan karena Claypot Popo paling enak yang pernah kami makan. Tapi karena selalu masij ada, rasanya masih sama, dan kami selalu datang dalam kondisi sudah jalan jauh, sedikit lapar, sedikit pegal, dan sangat perlu duduk sejenak

Dek, kangen, cepat pulang

01/04/2026

MICIN itu Apa Sih?

Hampir semua dari kita pasti pernah dilarang makan micin. "Bikin bodoh!" "Zat kimia, berbahaya!" "Marai pikun!" Mitos itu punya asal-usul yang spesifik. Bukan dari riset panjang, bukan dari konsensus ilmuwan, dan bukan dari badan kesehatan manapun. Tapi dari satu surat yang ditulis seorang dokter setelah nggak enak badan habis makan malam. Satu Surat yang Mengubah Segalanya Tahun 1968, Dr. Robert Ho Man Kwok, dokter Cina-Amerika, merasa nggak enak setelah makan di restoran Tiongkok: leher kebas, lemas, jantung berdegup....

30/03/2026

#1 Resep adalah Peta, Bukan Perjalanan

image generation by Gemini Bayangkan kamu punya peta kota yang sangat detail. Setiap gang tercantum. Setiap jalan satu arah diberi tanda panah. Jarak antar persimpangan diukur dengan presisi milimeter. Kamu bisa baca peta itu sambil duduk di rumah, bisa hafal rute dari titik A ke titik B, bisa tunjuk-tunjuk di depan orang lain dengan penuh keyakinan. Tapi sampai kamu benar-benar berdiri di persimpangan itu (dengan angin yang berbeda dari yang kamu bayangkan, dengan tukang gorengan yang tiba-tiba muncul di sudut jalan dan mengubah arah jalanmu, dengan anak kecil yang nangis di trotoar, dengan bau aspal yang baru kena hujan sore), kamu belum ke mana-mana....

Address

Penang Island

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tukang Masak Partikelir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Tukang Masak Partikelir:

Shortcuts

Share